Samba Jembatan Windows dan Linux


MAKALAH
Samba Jembatan Windows dan Linux

BAB 1
Pendahuluan

1.1 Latar Belakang

Dewasa ini komputer telah menjadi suatu alat yang sangat dibutuhkan oleh manusia. Hampir setiap perusahaan besar saat ini telah melakukan komputerisasi atas pekerjaan mereka. Komputerisasi disini juga berarti mengubungkan satu komputer dengan komputer yang lain. Hal ini juga dapat berarti pemakaian sumber daya yang sama oleh satu atau lebih komputer. Misalnya sebuah file database diakses oleh beberapa computer secara bersamaan, atau sebuah printer akan digunakan untuk mencetak oleh dua buah komputer. Hal ini tidak akan menjadi masalah jika komputer-komputer tadi memiliki kesamaan dalam hal OS(Operating Sistem), namun jika operating system yang digunakan berbeda platform maka hal ini akan menjadi masalah yang cukup serius.
Untuk mengatasi hal tersebut maka digunakanlah SAMBA. Dengan mengunakan Samba sebuah komputer yang berbeda platform dapat menggunakan sumber daya yang ada di komputer lain yang juga berbeda platformnya. Misalnya sebuah komputer server yang menggunakan OS Linux RedHat dapat diakses oleh clientnya yang mengunakan OS Windows NT, demikian juga sebaliknya. Singkatnya SAMBA adalah jembatan penghubung antara dua komputer yang berbeda OS yang akan melakukan sharing sumber daya.

1.2 Permasalahan
Bagi para professional yang bergerak di bidang maintenance jaringan computer, share file dan print share atau sumber daya lain yang dapat dibagi pakai adalah hal yang sangat penting. Akan tetapi jika perusahaan tersebut memakai jaringa yang berbasis Windows maka tentu akan memakan investasi yang cukup besar. Oleh karena itu diperlukan satu software yang mampu menjembatani lalu lintas antar OS yan mampu menekan biaya operasional perusahaan.

1.3 Tujuan Makalah
o       Mengajak pembaca untuk memahami Samba sebagai solusi share data multi platform.
o       Memudahkan transfer data antar platform OS

BAB 2
PEMBAHASAN

2.1 Apakah Samba itu
Samba adalah program yang dapat menjembatani kompleksitas berbagai platform system operasi Linux(UNIX) dengan mesin Windows yang dijalankan dalam suatu jaringan komputer. Samba merupakan aplikasi dari UNIX dan Linux, yang dikenal dengan SMB(Service Message Block) protocol. Banyak sistem operasi seperti Windows dan OS/2 yang menggunakan SMB untuk menciptakan jaringan client/server. Protokol Samba memungkinkan server Linux/UNIX untuk berkomunikasi dengan mesin client yang mengunakan OS Windows dalam satu jaringan. Kegunaan dari Samba adalah :

  • Menghubungkan antara mesin Linux (UNIX) dengan mesin Windows.
  • Menempatkan masin Linux/UNIX sebagai PDC (Primary Domain Controller) seperti yang dilakukan oleh NT dalam jaringan Wondows.

2.2 Sejarah singkat tentang Samba
Diawali oleh IBM dan Sytee yang mengembangkan sebuah sistem NetBIOS (Network Basic Input/Output System). NetBios ini adalah yang menjadi perantara antara perangkat lunak program dan perangkat keras jaringan. Pengalamatan NetBIOS yang menggunakan nama 16 bit yang sekarang dikenal dengan NetBIOS name. Kemudian, Microsoft menambahkan sebuah fitur bernama I/O Redirection, sehingga sebuah sumber daya lokal dapat diakses oleh beberapa komputer, yang masih dalam satu jaringan komputer. Microsoft menyebut panambahan fitur ini sebagai NetBEUI. Hal ini kemudian disalahartikan bahwa NetBEUI  merupakan protokol standart dalam jaringan Microsoft.
Samba dibuat untuk menjalankan dua fungsi tersebut dengan transfer protocol TCP/IP. Sebab, jika kita mengakses komputer lain, pasti kita akan memerlukan transfer protocol. Mekanisme protokol tersebut didokumentasikan dalam dua RFC yang merupakan dokumen standar internet, yaitu RFC 1001 dan 1002. Perangkat lunak Samba sendiri merupakan kumpulan program yang mengimplementasikan protocol SMB(Service Message Block) untuk UNIX.
Samba pertama kali dikembangkan oleh Andrew Tridgell, yang kini menjabat ketua Tim Pengembangan Samba. Semua berawal ketika pada 1991 dia mendapat sebuah utilitas yang bernama Digital Pathwork, yang merupakan satu utilitas MS-DOS untuk melakukan mounting ke komputer server Digital UNIX. Sayangnya saat itu Tridgell tidak dapat melakukan hal yang sama ke mesin Solaris. Kemudian dia berpikir untuk menciptakan protocol yang mampu berjalan di mesin UNIX. Ia melihat bahwa dokumentasi IBM tentang SMB cukup lengkap, dan mulai mengembangkan SMB untuk UNIX. Andre Tridgell mengawali idenya dari upaya untuk mencoba mengkases file di mesin Windows istrinya dari mesin UNIX meliknya. Pada tahun 1992 dia menemukan satu varian dari UNIX yang dikembangkan oleh sorang Finlandia yang bernama Linus Torvald. Perkembangan Samba selanjutnya dibentuk Tim Samba yang bekerja di rumah Tridgell di Canberra, dan disponsori oleh Australia National University. Saat ini dikembangkan sebagai bagian dari Open Source Software (OSS) dan didistribusikan dibawah lisensi GNU General Public License(GPL).

2.3 Kemampuan Samba
Samba dapat bekerja baik di lingkungan Windows, hampir semua fasilitas dari Microsoft dapat dimanfaatkan secara optimal oleh Samba. Samba mendukung WINS Server, dapat berfungsi sebagai Priamry Domain Controller (PDC). Samba dapat pula berfungsi sebagai master browser, bail local browser maupun domain master browser. Samba mendukung password teks biasa maupun password terenkripsi. Kemampuan Samba secara umum dapat dilihat dalam table berikut ini.

Kemampuan Sebagai Dukungan
File server Ya
Printer server Ya
PDC Ya(Samba 2.1 atau lebih tinggi)
Backup Domain Controller Tidak
Win 95/98 Authentication Ya
Local Master browser Ya
Local Backup browser Tidak
Primary WINS server Ya
Secondary WINS server Tidak

2.4 Distribusi Samba
Samba merupakan aplikasi dari Linux dan Unix, untuk menciptakan jaringan client server pada jaringan yang terdiri dari beberapa platform, seperti Windows dengan Linux atau O/S2. Samba sebenarnya terdiri dari beberapa program, yang memberikan layanan yang berbeda tetapi memiliki tujuan yang sama. Program utama Samba terpusat pada dua Daemon. Dua Daemon kunci pada Samba adalah :

☺    Smbd, daemon (atau program TRD = Terminate and Stay Resident) yang berjalan sebagai background process, yang bertanggung jawab mengelola sumber daya yang digunakan bersama oleh server Samba dan clientnya, memberi layanan pemakaian file dan printer bersama pada jaringan yang memakai protocol SMB, serta menyediakan authentication serta authorization untuk client SMB. Daemon ini bertanggung jawab ini bertanggung jawab terhadap aktivitas Samba server dengan client jaringan.

☺    Nmbd, daemon nmbd merupakan nameserver yang meniru fungsi dari WINS dan NetBIOS, merupakan daemon yang memanfaatkan Windows Internet Name Server (WINS), dan membantu client unutk browsing di Network Neighbourhood. Daemon ini melayani permintaan name server dan memberikan respon yang sesuai, dan menyediakan informasi serta daftar browse untuk jaringan neighbourhood.

Komponen Samba yang lain, yang biasanya berbentuk binary, merupakan aplikasi yang saling bergantung satu sama lain. Selain smbd dan nmbd, komponen pendukung Samba tersebut adalah :

  • Smbclient : merupakan aplikasi FTP yang disediakan oleh Unix dan Linux yang dapat digunakan untuk Samba share. Berfungsi sebagai client yang memungkinkan kita mengakses share SMB dikomputer lain.
  • Smbtar : sebuah program untuk menyimpan data yang dibagi pakai ke media penimpanan seperti tape, disk dan lainnya.
  • Nmblookup : program yang menyediakan NetBIOS melalui TCP/IP name lookup. Utilitas untuk melakukan name query (meminta nama NetBIOS dari computer yang sedang on-line) dari mesin Linux.
  • Smbpasswd : utilitas untuk mengubah SMB encrypted password, baik di server Samba maupun Windows NT. Sebuah program yang memperbolehkan admin untuk merubah password Samba.
  • Smbstatus : program yang memperlihatkan client yang sedang terhubung ke Samba server. Utilitas untuk mengecek koneksi yang sedang berlangsung ke server.
  • Testparm : program sederhana yang mengesahkan file konfigurasi Samba, untuk mengecek konfigurasi smb.conf.
  • Testprns : program yang bertugas untuk menguji berbagai jenis printer, apakah printer tersebut telah dikenali oleh Samba daemon.
  • SWAT : Samba Web Administration Tool (SWAT), program Bantu yang memberikan antarmuka web untuk mengadministrasi Samba, mempermudah mengedit file smb.conf, mengatur resource yang dibagi pakai, dan melihat status Samba terakhir.

BAB 3
KONFIGURASI SAMBA

Jika kita telah memiliki DOS/Windows pada saat menginstal Linux, maka paket Samba rpm secara otomatis akan terinstal. Jika tidak terinstal maka kita menginstal paket Samba menggunakan perintah RPM dari system operasi Linux Biasanya, paket Samba rpm telah tersedia di CD-ROM distribusi Linux yang saat ini telah banyak beredar. Selain itu Samba dapat di-download dari Internet dengan alamat ftp.Samba.org.
Ada dua pilihan paket samba yang dapat diinstal, yaitu paket Binary dan paket Source. Berikut adalah sedikit keterangan tentang paket Binary dan paket Source :

  1. Paket Binary :
    • Waktu yang anda gunakan untuk melakukan instalasi jauh lebih sedikit.
    • Masalah yang akan anda hadapi lebih sedikit, sebab paket ini sudah “setengah matang” tinggal diinstal saja.
    • Perkembangan paket binary tidak secepat paket source, sebab seluruh pengerjaan Samba dilakukan dalam bentuk kode source. Namun demikian perkembangan antara source dan binary hanya terpaut sekitar satu minggu.
  2. Kode Source :

·        Anda akan memiliki control penuh terhadap system anda, termasuk direktori tempat menginstal Samba, fasilitas apa saja yang akan anda gunakan tinggal dimasukkan.
·        Waktu anda akan banyak terbuak untuk kompilasi kode source, terutama jika menggunakan komputer yang lambat.
Saran dari penulis, jika anda memerlukan kecepatan waktu untuk mengimplementasikan Samba, anda sebaiknya menginstal paket binary. Namun untuk beberapa masalah yang membutuhkan penanganan serius, sebaiknya anda menggunakan paket Kode Source. Pada bab ini penulis tidak membahas bagaimana mengin`stal Samba, sebab saat anda mendowload Samba makan anda juga dapat membaca cara instalasi program tersebut.

File konfigurasi yang utama/tunggal pada system Linux atau Unix adalah smb.conf. File konfigurasi ini tidak dibuat saat menjalankan perintah make dan make install. File ini harus dibuat sendiri dengan mengcopy file smb.conf.default yang ada di directory /usr/local/Samba/examples/ ke file smb.conf di directory /lib. File ini dapat menjadi sederhana atau sangat kompleks tergantung dari  konfigurasi yang kita inginkan. File smb.conf terdiri atas dua bagian utama, yaitu bagian Global setting yang berisi konfigursi aturan secara umum, dan bagian Share Definition yang berisi konfigurasi bagian yang dibagi pakai. Bagian Global Setting hanya terdiri atas satu bagian, yaitu bagian global. Sedangkan bagian Share Definition terdiri atas banyak bagian, seperti home, netlogon, printers, profiles, public, tmp, dan lain-lain.
Ada dua tipe layanan yang biasanya diberikan Samba, yaitu layanan file sharing dan layanan printer sharing. Disamping itu, ada tiga bagian utama yang penting, yaitu global, home dan printers.
File konfigurasi yang sederhana bisa hanya berisi :

[global]
workgroup = MYGROUP
[homes]
guest ok = no
read only = no

Untuk menjadikan Samba sebagai sebuah file server, pada bagian Global Setting ada beberapa baris yang perlu kita ubah nilainya, yaitu baris workgroup, server string, host allow dan load printer. Ubahlah workgroup sesuai dengan workgroup kita berada, dan server string sesuai dengan keinginan kita. Dalam jaringan Samba, system keamanan terbagi atas tiga tingkatan sesuai dengan yang didefinisikan dalam file konfigurasi smb.conf. Tingkat keamanan tersebut bertahap dari security user, server dan share. Secara umum, perbedaan tingkat keamanan masing-masing level adalah sebagai berikut :

  • Pada security user, tiap client yang mengakses server akan mengotentikasi dirinya dengan mengisi username dan password yang akan di cek silang dengan share yang disesuaikan dengan username dan password-nya.
  • Pada tingkat security share, client mengotentikasi dirinya secara terpisah untuk setiap share, dengan mengirim sumber daya ke tiap share sumberdaya yang ada.
  • Untuk tingkat keamanan server, hampir sama dengan tingkat security user. Semua permintaan otentikasi server akan dialihkan ke server dengan security user yang lain yang menjadi server otentikasi yang sebenarnya.

3.1 Menguji Konfigurasi Samba dengan Testparm
Untuk menguji konfigurasi yang telah kita lakukan pada Samba, kita dapat melakukannya dengan testparm yang terdapat pada directory /usr/local/Samba/bin kemudian kita dapat memasukkan perintah sesuai yang dicoba oleh penulis, yaitu :
#./testparm

Jika eksekusi program tersebut berjalan dengan baik, seperti yang telah dicoba oleh penulis, maka pada screen akan ditampilkan daftar layanan yang dijalankan, namun jjika terjadi kesalahan maka akan muncul pesan kesalahan. Berikut ini adalah test yang telah dicoba oleh penulis dan berhasil :
Load smb config files from /usr/local/Samba/lib/smb.conf
No path in service test-using /tmp
Loaded services file OK.
Press Enter to see a dump of your service definitions.

Setelah penulis tekan tombol Enter, maka akan muncul daftar share sebagai berikut :
[homes]
comment = Home Directories
writeable = Yes
browseable = No

[HomeDir]
comment = Home Directory
path = /home/%u
browseable = No

[DVD-RW]
path = /mnt/dvd-rw
guest ok = No

3.2 Menjalankan Samba
Kita harus membuat terlebih dahulu directory untuk file log seperti didefinisikan dalam file Makefile. File log tersebut ditempatkan dalam directory  /usr/local/Samba/var/locks. Directory ini harus dibuat sendiri karena tidak terbentuk secara otomatis, perintah yang dapat digunakan untuk membuat directory ini adalah :

# mkdir /usr/local/Samba/var

Samba dapat dioperasikan melalui dua cara, yaitu sebagai daemon atau inetd. Pada mode daemon, Samba server akan berjalan secara terus-menerus di background. Hal ini akan menyebabkan respon Samba terhadap permintaan klien akan cepat, namun hal ini akan berakibat terhadap termakannya CPU time serta memory. Pada mode imetd, Samba hanya akan dioperasikan hanya pada saat ada respon dari client, setelah respon tersebut ditanggapi maka Samba akan segera dimatikan, hasilnya respon akan lebih lambat, tetapi akan menghemat CPU time serta memory. Untuk menjalankan Samba server sebagai print-server , anda perlu menjalankan dua daemon yaitu smbd dan nmbd melalui perintah berikut ini :

/usr/local/Samba/bin/smbd –D
/usr/local/Samba/bin/nmbd –D

untuk mengecek apakah samba telah berjalan dengan baik, jalankan perintah dibawah ini :

#ps ax l grep smb
13673 ?? ls 0:00.02 /usr/local/Samba/bin/smbd –D

dan

#ps ax l grep nmb
13675 ?? ls 0:00.80 /usr/local/Samba/bin/nmbd –D

3.3 Menjadikan Samba Sebagai File-Print Server dan Domain Controller Windows

Untuk menjadikan Samba sebagai file-server dan Primary Domain Controller (PDC) ada beberapa parameter yang perlu diperhatikan, yaitu :

workgroup = MYGROUP
server string = Samba Server
host allow = 192.168.1 192.168.2. 127.
4. printcap name = /etc/printcap
5. load printer = Yes
6. printing = bsd
7. guest account = pcguest
8. log file = /var/log/samba/log.%m
9. max long size = 50
10. security = user
11. password server =
12. password level = 8
13. username level = 8
14. encrypted password = yes
15. smb password file = /etc/smbpassword
16. unix password sync = yes
17. password program = /usr/bin/passwd%u
18. passwd chat
19. username map = etc/smbuser
20. include = etc/smb.conf.%m
21. socket option = TCP_NODELAY
22. interfaces = 192.168.12.2/24 192.168.13.2/24
23. remote browser sync = 192.168.3.25 192.168.5.255
24. remote announce = 192.168.1.255 192.168.2.44
25. local master = no
26. os level = 33
27. domain master = yes
28. preferred master = yes
29. domain logons = yes
30. logon script = %m.bat
31. logon script = %U.bat
32. logon path = \\%L/Profiles\%U
33. name resolve order = wins lmhost bcast
34. wins support = yes
35. wins server = w.x.y.z
36. wins proxy = yes
37. dns proxy = no
38. preserve case = no
39. short preserve case = no
40. default case = lower
41. case sensitive = yes

3.3.1 Konfigurasi Server Samba
Konfigurasi server terdapat pada baris 1-3, 21-29, dan 33-37. Keterangan dari beberapa parameter konfigurasi server yang penting dapat disimak dibawah ini :

Workgroup =
Menunjukkan workgroup atau domain dari jaringan kita.
Server String =
Memberikan keterangan atau menunjukkan deskripsi server kita.
Host allow =
Memberi batasan mesin dengan alamat mana saja yang bisa mengakses server Samba.
Socket Option =
Memberi kita pilihan untuk mempercepat akses
Interfaces =
Menunjukkan dari IP interface mana saja di server Samba yang diberi hak mengakses server Samba.
Remote browse sync =
Berguna untuk jaringan yang kebetulan ada server Windows NT di dalamnya. Baris ini menunjuk pada alamat IP dari PDC dan BDC untuk proses sinkronisasi directory database.
Remote announce =
Memberikan alamat IP tempat server samba akan mengumumkan daftar resource yang dimiliki.
Local master =
Menunjukkan apakah kita ingin menjadikan Samba kita sebagai server dalam jaringan tempat kita berada.
Os level =
Merupakan angka 0-255 yang menetukan level server Samba kita. Level OS dari PDC hanya 32, jika angka ini ada di atas PDC , maka tidak seorangpun di jaringan kita yang bisa login ke PDC.
Domain Master =
Menunjukkan apakah di dalam domain Windows NT kita, server Samba menjadi Domain Master Server.
Preferred master =
Menentukan apakah kita ingin server Samba kita selalu menjadi master bwoser.
Domain logon =
Merupakan konfigurasi untuk menentukan apakah kita ingin menjadikan server Samba kita menjadi Primary Domain Controller (PDC).
Security =
Opsi ini mempengaruhi cara Samba dan clientnya berinteraksi dan merupakan salah satu faktor terpenting dari smb.conf.

3.3.2 Konfigurasi User
Konfigurasi untuk user terdapat pada baris 7, 11-13, 19, 30-32, 38-41. Keterangan lebih detail dari konfigurasi ini adalah sebagai berikut :
Guest account =
Baris ini menunjukkan user mana saja yang diperbolehkan masuk sebagai tamu (guest). Cara lain yang bisa digunakan untuk memasukkan user sebagai tamu, yaitu melalui terminal dengan perintah :

# adduser nama_user

Dengan menjalankan perintah ini, maka kita menambahkan satu masukan baru ke file /etc/passwd.
Password server =
Digunakan jika anda memiliki PDC Windows NT. PDC adalah password server, alias password dan directory database disimpan.
Password level =
Dalam beberapa koneksi client/server yang memiliki banyak kombinasi, ada permasalahan dalam password yang terdiri atas kombinasi huruf besar dan kecil. Protokol password LANMAN1 mengharuskan password diUppercase terlebih dahulu sebelum dikirim ke Server saat melakukan authentikasi, tapi dengan CORELPLUS password tidak akan diubah. Parameter ini menunjukkan tingkat kemanan password kita. Misalnya kita memasukkan password “ABCD”, kemudian kita gunakan level 1, maka server akan melakukan pengecekan password berupa “Abcd” , ”aBcd” , ”abCd” , ”abcD”, jika keempat kombinasi tersebut tidak ada yang cocok maka server akan mengirim pesan kegagalan. Semakin tinggi level password yang ditetapkan maka kombinasi huruf yang dicek akan lebih banyak.
Username level =
Sama seperti password level, sebaiknya level ini ditetapkan dengan level 0.
Username map =
Menunjukkan lokasi tempat terdapat daftar user Samba, jika kita menggunakan encrypted password.
Logon script = %m.bat dan logon script = %U.bat
Kedua parameter ini menunjukkan batch file atau logon script dari user. (.bat) atau (.cmd) dari Windows NT. Batch file berisi kumpulan perintah yang di-download dan dijalankan di mesin user begitu berhasil login. File ini sebaiknya ditulis dalam editor MS-DOS (edit.exe) atau notepad.exe.
Isi batch file ini bergantung pada fungsinya, seperti untuk menetapkan waktu yang sama antara client dan server, maka isi dari batch file tersebut adalah:

NET TIME \\NAMA_SERVER/SET/YES

Atau melakukan mapping ke directory :

NET USE U: \\NAMA_SERVER\UTILS
logon path = \\%L\Profiles\%U

BAB 4
PENUTUP

4.1 Kesimpulan
Komunikasi data antar platform adalah sesuatu yang sangat penting dalam jaringan computer, karena itu diperlukan suatu software khusus yang mampu menangani permasalahan ini. Samba adalah solusi dalam hal ini, dukungan samba terhadap transfer data multi platform telah memberikan satu terobosan besar dalam jaringan computer kedepan. Penulis dapat menyimpulkan bahwa dengan memakai Samba dalam jaringan computer dapat menekan biaya yang dikeluarkan dalam investasi pembangunan jaringan computer.

4.2 Saran
Penulis menyarankan kepada para professional jaringan agar menggunakan Samba jika akan membangun jaringan yang didalamnya terdapat dua platform OS yang digunakan.

DAFTAR PUSTAKA
http://www.samba.org
Hidayat.S Sidiq dkk. 2004. Samba Jembatan Windows dan Linux. PT Elex Media Komputindo : Jakarta

About suhanda666


You must be logged in to post a comment.

%d blogger menyukai ini: