NILAI NILAI PANCASILA BERAKAR DARI BUDAYA


MAKALAH PENDIDIKAN PANCASILA

NILAI NILAI PANCASILA BERAKAR DARI BUDAYA

BANGSA INDONESIA


OLEH

Agus suhanda

( 30108116 )

UNIVERSITAS GUNADARMA

MANAJEMEN INFORMATIKA

DAFTAR ISI

HALAMAN PENJELAS

DAFTAR ISI

BAB I . PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

B. RUMUSAN MASALAH

BAB II . PEMBAHASAN MASALAH

A. PENGERTIAN PANCASILA

a)  BUTIR-BUTIR SILA KETUHANAN YANG MAHA ESA

b)  BUTIR-BUTIR SILA KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB

c)   BUTIR-BUTIR SILA PERSATUAN INDONESIA

d)   BUTIR-BUTIR SILA KERAKYATAN YANG DIPIMPIN OLEHHIKMAT KEBIJAKSANAAN DALAM PERMUSYAWARATAN PERWAKILAN

e)   BUTIR-BUTIR SILA KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA

B.   KEBUDAYAAN

A.   PENGERTIAN KEBUDAYAAN

B.   KEBUDAYAAN DAN PANCASILA

C.   PANCASILA BERAKAR DARI KEBUDAYAAN 7

BAB III. PENUTUP

A.   KESIMPULAN

B.   SARAN

DAFTAR PUSTAKA

BAB I

PENDAHULUAN

  1. LATAR BELAKANG

Puji dan syukur kita panjatkan kehadiran Tuhan Yang Maha Esa karena atas karunia dan penyertaan-Nya, makalah yang berjudul “Nilai-Nilai Pancasila Berakar dari Budaya Bangsa Indonesia” ini dapat terselesaikan meskipun masih terdapat kekurangan di dalamnya. Sebagai bangsa Indonesia, kita tentu mengetahui dasar negara kita yang terkenal akan kesakralannya, yang terkenal dengan semboyannya “Bhinneka Tunggal Ika”. Di mana simbolnya merupakan lambang keagungan bangsa Indonesia yang terpancar dalam bentuk Burung Garuda. Simbol di dadanya merupakan pengamalan hidup yang menjadikan

Indonesia benar-benar khas ideologi dari bangsa Indonesia. Itulah lambang negara kita, pengamalan sekaligus ideologi kita, Pancasila. Di dalam Pancasila terkandung banyak nilai di mana dari keseluruhan nilai tersebut

terkandung di dalam lima garis besar dalam kehidupan berbangsa negara. Perjuangan dalam memperebutkan kemerdekaan tak jua lepas dari nilai Pancasila. Sejak zaman

penjajahan hingga sekarang, kita selalu menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila tersebut.

Indonesia hidup di dalam berbagai macam keberagaman, baik itu suku, bangsa,

budaya dan agama. Dari ke semuanya itu, Indonesia berdiri dalam suatu keutuhan. Menjadi

kesatuan dan bersatu di dalam persatuan yang kokoh di bawah naungan Pancasila dan

semboyannya, Bhinneka Tunggal Ika.

Tidak jauh dari hal tersebut, Pancasila membuat Indonesia tetap teguh dan bersatu

di dalam keberagaman budaya. Dan menjadikan Pancasila sebagai dasar kebudayaan yang

menyatukan budaya satu dengan yang lain. Karena ikatan yang satu itulah, Pancasila

menjadi inspirasi berbagai macam kebudayaan yang ada di Indonesia.

B. RUMUSAN MASALAH

Adapun permasalah yang ditanyakan dalam makalah ini antara lain:

· Apa yang dimaksud dengan Pancasila?

· Apakah yang dimaksud dengan Kebudayaan?

· Mengapa Pancasila berakar dari kebudayaan?

· Bagaimana bisa Nilai Pancasila berakar dari kebudayaan di Indonesia?

BAB II

PEMBAHASAN MASALAH

  1. PENGERTIAN PANCASILA

Sebagai bangsa Indonesia, kita patut mengerti dan memahami apa Pancasila itu.

Pancasila berasal dari dua kata yakni 1Panca dan 2Sila menurut bahasa Sanskerta. Sehingga

pancasila mengandung arti lima buah prinsip atau asas. Asas-asas atau prinsip-prinsip

tersebut antara lain:

a) Ketuhanan Yang Maha Esa

b) Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab

c) Persatuan Indonesia

d) Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/

perwakilan

e) Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Dalam setiap Sila yang terkandung di dalam Pancasila memiliki butir-butir penting

di mana setiap butir menekankan atau mengharuskan rakyat Indonesia untuk melakukan

pengamalan3 Pancasila di dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

a) BUTIR-BUTIR SILA KETUHANAN YANG MAHA ESA

(1) Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaannya dan ketaqwaannya terhadap Tuhan

Yang Maha Esa.

(2) Manusia Indonesia percaya dan taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan

agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan

beradab.

(3) Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama antara pemeluk agama

dengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

(4) Membina kerukunan hidup di antara sesama umat beragama dan kepercayaan terhadap

Tuhan Yang Maha Esa.

(5) Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah masalah yang

menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa.

b) BUTIR-BUTIR SILA KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB

(1) Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa.

(2) Mengakui persamaan derajad5, persamaan hak dan kewajiban asasi setiap    manusia, tanpa membeda-bedakan suku, keturrunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukansosial, warna kulit dan sebagainya.

(3) Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia.

(4) Mengembangkan sikap saling tenggang rasa dan tepa selira.

(5) Mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap orang lain.

(6) Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

(7) Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.

(8) Berani membela kebenaran dan keadilan.

(9) Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia.

(10)  Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama dengan  bangsa lain.

c) BUTIR-BUTIR SILA PERSATUAN INDONESIA

(1) Mampu menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan  keselamatan bangsa

dan negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.

(2) Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan negara dan bangsa apabila diperlukan.

(3) Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa.

(4) Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air Indonesia.

(5) Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan social.

(6) Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhinneka Tunggal Ika.7

(7) Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa

d) BUTIR-BUTIR SILA KERAKYATAN YANG DIPIMPIN OLEH HIKMAT

KEBIJAKSANAAN DALAM PERMUSYAWARATAN PERWAKILAN

(1) Sebagai warga negara dan warga masyarakat, setiap manusia Indonesia mempunyai

kedudukan, hak dan kewajiban yang sama.

(2) Tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain.

(3) Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.

(4) Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan.

(5) Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagai hasil musyawarah.

(6) Dengan i’tikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil keputusan musyawarah.

(7) Di dalam musyawarah diutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.

(8) Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur.

(9) Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, nilai-nilai kebenaran dan keadilan mengutamakan persatuan dan kesatuan demi kepentingan bersama.

(10)Memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil yang dipercayai untuk melaksanakan pemusyawaratan.

e) BUTIR-BUTIR SILA KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT

INDONESIA

(1)  Mengembangkan perbuatan yang luhur, yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan.

(2) Mengembangkan sikap adil terhadap sesama.

(3) Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.

(4) Menghormati hak orang lain.

(5) Suka memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri sendiri.

(6) Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang bersifat pemerasan terhadap orang lain.

(7) Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bersifat pemborosan dan gaya hidup mewah.8

(8) Tidak menggunakan hak milik untuk bertentangan dengan atau merugikan kepentingan umum.

(9) Suka bekerja keras.

(10) Suka menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama.

(11)Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang merata danberkeadilan sosial.

D. KEBUDAYAAN

1. PENGERTIAN KEBUDAYAAN

Kebudayaan9 sangat erat dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan

Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam

masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri.

Sedangkan menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan

adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.

Ilmu yang memperlajari tentang masyarakat dan kebudayaannya adalah

antropologi.10 Segala perkembangan budaya dan perubahan masyarakat dipelajari

dalam ilmu antropologi. Ilmu ini tidak hanya mencakup perubahan secara tingkah laku saja, namun sejarah dan konflik yang terjadi juga dapat dianalisis melalui ilmu antropologi.

2. KEBUDAYAAN DAN PANCASILA

Kebudayaan Indonesia ialah kebudayaan yang berdasarkan Pancasila. Ada dua hal yang dikandung dalam Pancasila, yaitu pluralisme12 dan teosentrisme13. Demokrasi terletak dalam partisipasi seluruh warga negara dalam kebudayaan.

E. PANCASILA BERAKAR DARI KEBUDAYAAN

Kita telah mengetahui bahwa kebudayaan Indonesia adalah kebudayaan yang

berdasarkan pancasila. Itu berarti Pancasila berkaitan erat dengan kebudayaan Indonesia.

Kebudayaan juga dapat diartikan sebagai nilai atau simbol. Kita gambarkan sebagai

sebagai suatu perusahaan. Dalam sebuah perusahaan yang sibuk, kegiatan yang

nampaknya bersifat praktis dan sehari-hari saja, misalnya, ada aspek kebudayaannya, ada

nilai dan simbolnya. Nilai terletak pada kerja kerasnya, sedangkan simbol modernitas ialah sistem organisasi, makin modern sistem semakin abstrak yang impersonal14, berbeda

dengan manajemen perorangan atau keluarga. Begitu juga Indonesia sebagai bangsa dan

negara. Kebudayaan itulah yang memberi ciri khas keindonesiaan. Hasil perkembangan

kebudayaan Pancasila yang paling spektakuler adalah Bahasa Indonesia. Karena melalui

bahasa Indonesia, koneksi sosial antar etnis dan kebudayaan dapat terjalin dengan sangat

baik.

Pluralisme mengatur hubungan luar antar kebudayaan. Prinsip yang mengatur

substansi Demokrasi Kebudayaan yang berdasar Pancasila ialah teosentrisme (tauhid,

serba-Tuhan dalam etika, ilmu, dan estetika). Orang Protestan akan lebih suka theonomy (theos, Tuhan; nomos, hukum). Istilah teonomi berasal dari Paul Tillich (1886-

1965),hubungan dinamis antara yang absolut dengan yang relatif, antara agama dengan kebudayaan. Menurut konsep ini Pancasila adalah sebuah teonomi, karena bedasar kepada Ketuhanan Yang Maha Esa –yang absolut. Keempat sila yang lain adalah kebudayaan, yang relatif. Keperluan manusia diakui sepenuhnya, asal keperluan itu tidak bertentangan dengan pertimbangan keagamaan. Demokrasi Kebudayaan dalam Pancasila dapat dimengerti dari sila “PersatuanIndonesia” yang berarti sebuah (1) pluralisme, dan (2) teosentrisme dari semangat sila yang pertama “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Demokrasi Kebudayaan itu harus mampu

memberikan masa depan yang lebih baik. Jadi untuk menjawab “Mengapa Pancasila berakar dari Kebudayaan?” karena di

dalam Pancasila terkandung nilai kebudayaan, di mana nilai tersebut adalah nilai tertinggi

dalam hal Persatuan bangsa yang tercantum di dalam sila ketiga. Dan dengan menjunjung nilai teosentris pada sila pertama, kepentingan lain berdasarkan setiap sila tidak bertentangan dengan pertimbangan keagamaan. Misalkan: Pembunuhan genosida demi mempertahankan keutuhan suatu budaya etnis tidak etis dengan ketentuan agama. Jadi sekiranya, dari tindak perkembangan budaya itu sendiri harus sesuai dengan nilai Pancasila. Karena Pancasila mencerminkan kebudayaan kita, bangsa Indonesia.

About suhanda666


You must be logged in to post a comment.

%d blogger menyukai ini: